Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2016

Sahabat


Sahabat adalah teman yang paling mengerti kita. Tempat yang nyaman untuk berbagi cerita, baik suka maupun duka. Secara tidak sadar, mungkin kesamaan-kesamaan terjadi secara kebetulan antara kita dan sahabat. Bisa juga persamaan itu muncul karena memang terbina dan dipelajari sama-sama. Karena apa ? Karena mungkin persamaan itu yang menyatukan.

"Sesorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya" (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)

Jika teman kita suka nongkrong di kafe, ya kira-kira begitulah kita.
Jika teman kita suka melakukan kegiatan sosial, ya sama. Kita pun pasti akan suka melakukan itu.
Jika teman kita rajin beribadah ke masjid, pasti kita juga terbawa rajin seperti dia.

Tapi, ingatkah kamu ? Teman yang paling baik adalah yang mengajak kita pada kebaikan. Yang berkumpul bukan hanya sekedar tertawa bersama menikmati kenikmatan dunia. Teman yang paling baik adalah ia yang mampu menggandeng tangan ini pada jalan kebenaran, yang mengingatkan kita dalam kesalahan dengan penuh kesabaran, yang senantiasa menemani kita untuk tunduk dan patuh kepada Allah agar mencapai Ridho-Nya.

Yang tidak hanya quality time di dunia, tapi juga ingin terus bersamamu hingga ke Surga.

Minggu, 17 April 2016

Nikmat dan Musibah

Kehidaupan manusia di dunia ini tidak akan terlepas dari dua hal, yaitu nikmat dan musibah. Begitu banyakanya nikmat yang diberikan oleh Allah, namun terkadang datang musibah berupa kesusahan dan kesedihan. Dan kedua hal ini (nikmat dan musibah) membutuhkan kesabaran dalam menerima dan menyikapinya. Sabar merupakan salah satu pilar kebahagiaan bagi seseorang yang akan memberikan ketenangan dan ketentraman di dalam jiwa.

Jalan menuju Allah adalah jalan yang penuh dengan rintangan, sedangkan jiwa tak mudah dapat istiqomah di atas perintah Allah. Maka barang siapa yang ingin menundukkan dan mengekangnya, maka dia harus bersabar. Neraka dikelilingi dengan syahwat (hal-hal yang menyenangkan nafsu), sedangkan Surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disenangi (nafsu). Oleh karena itu, barang siapa yang menginginkan Surga, maka dia harus bersiap untuk bersabar. Terkadang seseorang itu merasa bersabar menjauhi maksiat itu lebih berat daripada bersabar menjalankan ketaatan. Betapa perkara ini merupakan perkara yang tidak mudah karena hidup ini pada kakikatnya adalah untuk bersabar.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita untuk bisa bersabar disetiap perkara yang kita hadapi. Baik itu dalam ketaatan kita kepada Allah dan menjauhi maksiat, juga dalam menetapi takdir Allah yang tidak terkira. Biarkan lelah mengajarkan pengorbanan dan kesabaran. Biarkan kecewa mengajarkan keteguhan dan kekuatan. Biarkan sakit mengajarkan keikhlasan. Hal yang terjadi adalah proses pembelajaran bagi orang yang mengabdikan diri kepada-Nya.

Maka jika engkau merasa lelah, kecewa, sakit, larilah pada-Nya.
Jika engkau merasa lelah, kuatkan langkah agar rasa lelah menjadi Lillah.
Jika engkau merasa malas, kuatkan rasa tegas agar menjadi penguat dalam ikhlas.
Jika engkau merasa ingin menyerah, kuatkan ukhuwah agar menjadi penguat dalam jamaah.
Jika engkau merasa kecewa, kuatkan rasa sabar agar menjadi penyegar dalam tegar.
Dan jika engkau lemah, kuatkan ruhiah agar amanah menuai berkah.

Kita tak akan merasakan senang, jika rasa sedih tak pernah menyapa. Aku paham masalah itu rumit, aku mengerti pengkhianatan itu sangatlah menyakitkan. Aku pun tahu kegagalan itu menyesakkan, dan aku tahu sakit itu membuat tidak berdaya. Tapi sampai kapan kamu akan begini ? Sampai kapan kamu akan terus-menerus larut dalam kesedihanmu ? Sampai kapan kamu akan tak berdaya dalam keputus-asaan-mu ? Sedangkan jalan masih panjang.

Padahal kita tahu dunia ini hanyalah permainan dan duka itu akan menjadi masa lalu. Menangislah karena air mata diciptakan untuk mengeluarkan beban dihati. Tapi jangan biarkan dirimu tenggelam dalam tangisan karena itu akan membuatmu semakin tidak berdaya. Tersenyumlah, karena senyumanmu akan mengurangi beban di pundak dan menguatkanmu. Bangkitlah karena kamu adalah muslimah yang tegar. Karena kita diciptakan menjadi makluk yang kuat. Kamu tidak sendiri, ada Allah yang selalu mencintaimu, yang selalu mengiringi hatimu. Mohonlah kekuatan dari-Nya, karena kamu tak bisa berdiri sendiri tanpa-Nya.


Minggu, 06 September 2015

Niat :)

Hal yang paling sulit untuk diluruskan adalah niat, maka ikhlas itu diawal, ditengah dan diakhir, sepanjang amal shalih itu dilakukan. Karena niat paling mudah berubah.

Awalnya mungkin berhijab karena Allah, lalu diperjalanannya banyak dipuji-puji manusia, hingga bergeserlah niatnya untuk mencari ridha manusia.

Niat itu memang amalan hati, maka tidak ada yang dapat mengetahuinya kecuali diri sendiri dan Allah saja.

Bahkan diri kita sendiri sulit membedakan mana niat ikhlas dan mana yang riya. Karenanya, senantiasalah tawadhu, selalu mengingat Allah, senantiasa tundukkan pandangan dan dengarkanlah nasihat.

Semoga Allah istiqamahkan kita dalam kebaikan ya Shalihah :)

Rabu, 02 September 2015

Seorang Istri yang Buta, Tuli & Bisu


 Sahabatku menceritakan :

Ini cerita tentang adikku Nur Annisa, gadis yang baru beranjak dewasa namun rada tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya agak membuat ibuku khawatir. Banyak teman prianya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.

Untuk mengantisipasi hal itu, ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara agak keras : "Ibu coba lihat deh, tetangga sebelah anakknya pakai jilbab namun kelakuannya tidak beda dengan kita-kita, malah teman-teman Ani yang disekolah pake jilbab bawa om-om, sering jalan-jalan, masih mending Ani, walaupun begini, Ani engga pernah kayak gitu". Bila sudah seperti iu, Ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis, lirih terdengar do'anya : "Ya Allah, kenalkan Ani dengan hukum Engkau".

Pada suatu hari didekat rumahku, ada tetangga yang baru pindah. Satu keluarga dengan enam anak masih kecil-kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri. Setelah beberapa lama mereka pindah, timbul desas desus mengenai istri Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga dijuluki si buta, bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh adikku, dan dia bertanya sama aku : "Kak, memang yang baru pindah itu istrinya butu, bisu dan tuli yah ?" .. husss aku jawab sambil berkata "Kalau kamu mau tau, datangi saja rumahnya".

Eeehh tuh anak benar-benar datang kerumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah tetanggaku, kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah murah atau lesu menjadi pusat pasi, entah apa yang terjadi.

Namun tidak kusangka, selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan jilbab yang panjang, rok dan baju lengan panjang. Aku sendiri jadi bingung, aku tambah bingung dengan perubahan yang ajaib. Yah ku bilang ajaib karena dia berubah total. Tidak banyak lagi pria yang datang kerumah atau teman wanitanya yang ngobrol tidak karuan. Ku lihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku. Tak ketinggalan tahajudnya, baca Al-Qur'an dan sholat sunnahnya. Dan yang lebih menakjubkan lagi, bila temanku datang, dia menundukkan pandangan. Segala puji bagi Engkau Ya Allah, jerit hatiku.

Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di Kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana, aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku meintaku untuk pulang ke Madiun. Dipesawat tak henti hentinya aku berdo'a kepada Allah agar adikku diberi kesembuhan. Namun aku hanya dapat berusaha, ketika aku tiba di rumah, di depan pintu sudah banyak orang, tak dapat ku tahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung menghampiri dan memeluk beliau, sambil tersendat-sendat ibuku bilang sama aku : "Dhi, adikmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadat diakhir hidupnya", tak dapat ku tahan air mata ini.

Setelah selesai acara pemakaman dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary di atas mejanya. Diary yang selalu dia tulis, Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur. Kemudian kubuka, selembar demi selembar, hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul dihatiku. Perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri. Disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, yang isinya :

Tanya Jawab (kulihat dilembaran itu banyak bekas tetesan air mata)

Annisa : Aku bergumam (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari), ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.

Istri : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.

Annisa : Tapi, ibu kan sudah punya 6 anak, tapi masih kelihatan cantik.

Istri : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah dan bila Allah berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya ?

Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh Ibuku, namun aku selalu menolak karna aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab, asal aku tidak macam-macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab. Hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut Ibu bagaimana ?

Istri : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan mahrom kita semuana akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah. Jilbab adalah hijab untuk wanita.

Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak dan ngggak karuan.

Istri : Jilbab hanyalah kain, namun hakikat atau arti jilbab itu sendiri harus kita pahami.

Annisa : Apa hakikat jilbab itu Bu ?

Istri : Hakikat jilbab adalah hijab kahir batin. Hijab mata kamu dari memandang yang bukan mahram kamu. Hijab lidah kamu dari berghibah dan kesia-siaan, usahakan selalu berdzikir pada Allah. Hijab telinga kamu dari mendengar perkarat yang mudharat baik untuk dirimu atau oranglain. Hijab hidungmu dari mencium-cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.

Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dengan arti jilbab, mudah-mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya ?

Istri : Duhai Annisa, bila kamu memakai jilbab, itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah, bila kamu menysyukuri rahmat itu, kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang di inginkan Allah.

Duhai Annisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat ruh manusia seperti anai-anai bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.

Ketika 7 matahari di dekatkan diatas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh nabi ketakutan. Ketika Ibu tidak lagi memperdulikan anaknya dan anak tidak memperdulikan ibunya. Sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada dialam ini.

Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan maisng-masing hanya memperdulikan nasib dirinya dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam-macam tergantung amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah murka, belum pernah Allah murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah di padang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Misan di gelar yaitu Yaumul Hisab.

Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Agung, Allah, di hari perhitungan nanti.

Sampai disini aku baca diarynya karena kulihat, berhenti dan banyak tetesan air mata yang hjatuh dari pelupuk matanya. Subhanallah, kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan, kemudian kulihat tulisan kecil dibawahnya : buta, tuli dan bisu, wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain mahromnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah, wanita yang tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia-sia.

Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah menerima adikku disisinya, Aamiin.

Sumber : Blog teman (alamat lupa, karna notes ini sudah tersimpan sejak lama) :)

Jumat, 08 Mei 2015

Lisanmu Cerminan Hatimu

Lisamu adalah Cerminan Hatimu

Kata apa yang kita pilih, kapan berbicara, bagaimana cara bicara, dan apa yang di bicarakan, semuanya menentukan kadar kehormatan diri kita. Karna lisan adalah cerminan tingkat pendidikan.

Kita bisa menyakiti seseorang dengan lisan, bisa pula membahagiakannya dengan lisan. Lisan bisa memuliakan kita, juga bisa menistakan diri kita bilah salah ditempatkan.

Karnanya lisan itu adalah akhlak yang terdengar, bersama dengan teladan yang terlihat bagi muslim. Menjaga lisan itu sama nilainya dengan menjaga kemaluan. Karna nilai dirimu, terlihat dari bagaimana engkau menjaga lisanmu.

Karna lisanmu adalah cerminan hatimu..